GERAKAN PENGENDALIAN (GERDAL) WERENG BATANG COKLAT KELOMPOK TANI PADI INDAH SATU DESA GLUNDENGAN KECAMATAN WULUHAN
13 March 2025
GERAKAN PENGENDALIAN (GERDAL) WERENG BATANG COKLATKELOMPOK TANI PADI INDAH SATU DESA GLUNDENGAN KECAMATAN WULUHAN
Gerakan pengendalian adalah suatu upaya untuk mengendalikan populasi hama atau penyakit tanaman dengan menggunakan berbagai metode dan teknik. Gerakan Pengendalian (GERDAL) adalah pengendalian OPT tanaman yang dilakukan secara serentak oleh beberapa orang petani dengan menggunakan pestisida bantuan dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember. Seperti hal nya yang dilakukan di Kelompok Tani Padi Indah Satu Desa Glundengan Kecamatan Wuluhan pada tanggal 13 Maret 2025 dimana OPT yang dikendalikan adalah Hama Wereng Batang Coklat (WBC) yang dipandu langsung oleh Petugas POPT Kecamatan Wuluhan dan penyuluh pertanian Desa Glundengan.
Pada kegiatan Gerdal petani melakukan penyemprotan secara serempak / bersama sama pada areal yang ada populasi warengnya. Dimana dengan cara ini diharapkan populasi wereng menjadi dapat ditekan dan terkendali, serta meminimalkan migrasi / perpindahan dari hama tersebut ke lokasi lain yang tidak dilakukan pengendalian. Pengendalian perlu dilakukan karena Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens) merupakan hama utama tanaman padi karena kerusakan yang diakibatkan cukup luas dan penurunan hasil akibat serangan Wereng Batang Coklat dapat menyebabkan gagal panen/puso. Kerusakan yang disebabkan dapat terjadi secara langsung maupun secara tidak langsung .Secara langsung Wereng Batang Coklat mengisap cairan tanaman padi sehingga layu, mengering dan mati. Secara tidak langsung Wereng Batang Coklat sebagai vector penyakit kerdil rumput dan kerdil hampa. Gejala serangan yang nampak dari wereng coklat dapat dilihat dari daun tanaman padi daun menguning kemudian tanaman mengering dengan cepat seperti terbakar (hopper burn).
Kegiatan Gerakan Pengendalian (GERDAL) ini merupakan stimulus (pestisida dibantu dari Dinas TPHP), dimana jika dikemudian hari diperlukan pengendalian lanjutan, maka petani diharapkan melakukannya secara swadaya. Sehingga panen petani bisa maksimal dan hasil panennya terjual sesuai dengan HPP yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.