GERAKAN PENGENDALIAN HAWAR DAUN BAKTERI TANAMAN PADI DI KELOMPOK TANI SUMBER BAROKAH DESA TANJUNGREJO – WULUHAN

25 February 2025

Tanaman padi merupakan tanaman utama yang musim ini dibudidayakan diareal kelompok tani. Tidak terkecuali di areal Kelompok Tani Sumber Barokah Desa Tanjungrejo Kecamatan Wuluhan. Petani banyak menanam padi, selain karena faktor musim/cuaca, juga dikarenakan tanaman padi merupakan penghasil sumber pangan utama masyarakat, yaitu beras. Dalam kegiatan budidaya tanaman padi dikenal ada 3 faktor yang mempengaruhi produksinya, yaitu : Kondisi Tanaman, OPT Dan faktor cuaca. Tanaman akan berproduksi dengan baik kalo kondisi 3 faktor tersebut dalam kondisi stabil/normal. Tetapi jika salah satu ada yang menguat, maka akan mempengaruhi faktor yang lain.
Salah satu OPT utama pada tanaman padi adalah Hawar Daun Bakteri. Hawar Daun Bakteri adalah penyakit tanaman padi yang disebabkan oleh infeksi Bakteri Xanthomonas oryzae. Infeksi bakteri ini terjadi karena ada jaringan tanaman yang terbuka (luka) baik karena perlakukan teknis maupun faktor alam, salah satunya adalah angin. Kondisi angin saat ini yang cukup kencang pada hamparan tanaman padi umur 30 45 HST, menyebabkan ujung daun padi mengalami sobek dan jaringan daunnya terbuka. Kondisi seperti ini yang menjadi pintu masuknya Bakteri Xanthomonas oryzae.
Gejala yang ditunjukkan oleh tanaman padi yang terserang penyakit Hawar Daun Bakteri adalah adanya tepi daun yang menguning dari ujung daun terus kebawah. Pada tingkat serangan yang parah (tidak terkendali) penyakit ini menyebabkan daun padi mengering. Penurunan hasil yang disebabkan oleh penyakit ini bisa sampai 40% atau bahkan bisa gagal panen bila penyakit ini tidak dikendalikan.
Dikarenakan kondisi tersebut maka pada Hari Sabtu, 22 Pebruari 2025 di kelompok Tani Sumber Barokah dilaksanakan kegiatan Gerakan Pengendalian (Gerdal) penyakit Hawar Daun Bakteri. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan anggota kelompok tani dipandu oleh penyuluh dan Petugas POPT Kecamatan Wuluhan. Harapan dari kegiatan ini adalah kondisi OPT dapat terkendali dan hasil panen petani nantinya produksinya dapat maksimal. Sehingga program dapat membantu mewujudkan program ketahanan pangan dari pemerintah.