Penguatan Kompetensi Penyuluh: Langkah Strategis Meningkatkan Kinerja Pertanian Daerah

10 December 2025

Kegiatan peningkatan kapasitas penyuluh pertanian merupakan program penguatan kompetensi bagi para penyuluh yang bertugas dalam mendampingi petani di lapangan. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan pengetahuan, penguatan keterampilan teknis, serta pemahaman kebijakan pertanian terkini.

Kegiatan ini diikuti oleh 166 orang penyuluh pertanian dari berbagai wilayah. Para peserta merupakan tenaga penyuluhan aktif yang berperan strategis dalam membantu pemerintah daerah menjalankan program pertanian, khususnya dalam penyaluran pupuk bersubsidi serta pendampingan teknis budidaya.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di Aula Gedung BKPSDM, yang dipilih sebagai lokasi pelatihan karena fasilitasnya dinilai memadai untuk menunjang proses pembelajaran, diskusi, serta penyampaian materi secara klasikal. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 3–4 Desember. Pembagian materi dilakukan secara bertahap setiap harinya untuk memastikan penyampaian pengetahuan dapat diterima secara optimal oleh seluruh peserta.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang penyuluhan pertanian. Melalui pelatihan ini, penyuluh diharapkan memiliki kompetensi yang lebih baik dalam menghadapi dinamika sektor pertanian, termasuk perubahan iklim, kebutuhan teknologi budidaya, dan penguatan ketahanan pangan.

Pada hari pertama, peserta menerima materi mengenai kebijakan pertanian, serta pembahasan tentang peran strategis penyuluh dalam pendampingan petani, khususnya terkait proses penyaluran pupuk subsidi secara tepat sasaran. Pada hari kedua, Dinas TPHP menghadirkan narasumber tambahan yang memaparkan materi mengenai pemahaman iklim, penyesuaian budidaya, serta Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang menjadi dasar pengelolaan organisme pengganggu tanaman secara berkelanjutan.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, penyuluh pertanian diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh sehingga kualitas pendampingan kepada petani semakin meningkat dan berdampak langsung pada produktivitas sektor pertanian daerah.