Penguatan Sinergi Pertanian: Rakor Percepatan OPLAH Kelompok Tani se-Kabupaten Jember

10 December 2025

Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Optimasi Lahan (OPLAH) kelompok tani se-Kabupaten Jember merupakan forum resmi yang diselenggarakan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kelompok tani. Kegiatan ini berfokus pada percepatan realisasi program Optimasi Lahan (OPLAH) serta penyelarasan kebutuhan dan aspirasi petani agar mendukung kemajuan sektor pertanian daerah.

Kegiatan ini melibatkan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember sebagai penyelenggara. Peserta terdiri dari perwakilan kelompok tani dari seluruh kecamatan, pejabat struktural dinas, penyuluh pertanian lapangan, serta unsur teknis terkait yang berperan dalam implementasi program Optimasi Lahan (OPLAH).

Rapat koordinasi ini dilaksanakan pada 1 Desember 2025, bertempat di Aula Dinas TPHP. Pemilihan waktu tersebut ditujukan untuk memastikan percepatan program sebelum memasuki masa tanam berikutnya serta memberikan ruang tindak lanjut secara terukur pada akhir tahun berjalan.

Aula Dinas TPHP Kabupaten Jember menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan karena merupakan pusat koordinasi teknis sektor pertanian. Fasilitas yang memadai memungkinkan terselenggaranya diskusi, pemaparan, dan konsolidasi lintas pemangku kepentingan secara efektif. Rakor digelar sebagai langkah strategis untuk mempercepat pelaksanaan program Optimasi Lahan (OPLAH), memastikan ketepatan sasaran, dan mengatasi berbagai kendala yang dihadapi petani. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk menjamin kebutuhan sarana produksi, penyediaan dukungan teknis, serta mengakomodasi aspirasi kelompok tani. Upaya tersebut menjadi bagian dari agenda besar peningkatan produktivitas dan kemandirian pertanian di Kabupaten Jember.

Pelaksanaan Rapat Koordinasi (RaKor) dilakukan melalui pemaparan program oleh Dinas TPHP, diskusi interaktif dengan kelompok tani, serta penyampaian rekomendasi teknis oleh para penyuluh. Setiap peserta diberi kesempatan mengutarakan kebutuhan dan tantangan di lapangan. Hasil identifikasi masalah kemudian dirumuskan menjadi langkah tindak lanjut untuk mempercepat penyerapan program Optimasi Lahan (OPLAH). Mekanisme koordinasi lanjutan juga ditetapkan guna memastikan pelaksanaan berjalan sesuai target dan ketentuan.