SERAP GABAH IKHTIAR MENUJU SWASEMBADA PANGAN
27 February 2025
Swasembada pangan merupakan fokus utama dari pemerintah pusat saat ini, salah satunya melalui program Sergab (Serap Gabah) dengan membeli langsung gabah dari petani melalui Bulog dan menggandeng TNI untuk mensosialisasikan secara masif kebijakan tersebut.Giat Sergab di Kabupaten Jember kali ini dihadiri langsung utusan dari Mabes TNI Kolonel Inf. Jacky Ariestanto, S. Sos., M. Sos. (Paban III/Tahwil Ster TNI). Sergab dilaksanakan di lokasi panen raya padi yang ada di persawahan Desa Sukamakmur Kecamatan Ajung.
Pada kesempatan tersebut Kolonel Jacky menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah di tengah-tengah petani untuk menyerap gabah hasil panen petani dengan harga Rp 6.500 per kilogram GKP (gabah kering panen). Tujuannya supaya petani mendapatkan harga yang sesuai dan menguntungkan. Sementara ini pemerintah melalui Bulog mengambil gabah dengan inequality, artinya tidak ada syarat apapun sesuai dengan Keputusan KaBapanas terbaru Nomor 14 Tahun 2025 tentang Rafaksi Harga Gabah.
Kebijakan ini memberikan kesempatan besar bagi petani ketika harga beli gabah dari pengepul masih dibawah HPP Bulog, begitu pun sebaliknya bagi Bulog ini merupakan kesempatan untuk menyerap gabah sebesar-besarnya untuk memenuhi kuota serapan gabah dengan harapan tidak ada impor beras ke depannya.
Pada momen tersebut terjadi dialog dimana perwakilan petani menyampaikan usulan supaya anggaran pupuk bersubsidi dialihkan ke subsidi hasil panen, sehingga harapannya Bulog dapat membeli gabah petani dengan harga yang disubsidi oleh pemerintah dan lebih tinggi daripada HPP saat ini, misalnya menjadi Rp 7.500 per kilogram GKP.
Kolonel Jacky juga memandang dari sisi pelaksanaan Sergab saat ini sudah berjalan dengan baik. Beliau juga menyampaikan harapan pemerintah bahwa dengan kondisi saat ini gabah diterima Bulog dalam kondisi inequality, maka ke depannya petani dihimbau untuk meningkatkan produksi baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya sehingga swasembada pangan dapat tercapai bahkan diharapkan setelah tercapai swasembada pangan beras produksi RI juga bisa diekspor.
Pada kesempatan yang sama Kolonel Jacky juga turut meninjau kegiatan Sustainable Agriculture melalui pemanfaatan lalat BSF (maggot)yang juga merupakan binaan BPP Ajung. Beliau melihat proses budidaya maggot yang dimanfaatkan sebagai dekomposer limbah organik menjadi pupuk organik yang dapat dijadikan pupuk tambahan bagi petani, sedangkan maggotnya menjadi pakan ternak. Dari pertanian yang terintegrasi ini dihasilkan budidaya padi sehat yang ramah lingkungan dan juga menghasilkan produk beras sehat. Kolonel Jacky memberikan apresiasi penuh terhadap kegiatan tersebut dan memberikan saran untuk segera mengurus sertifikasi organik sehingga produk beras sehat dapat scale up menjadi beras organik yang lebih bernilai jual tinggi.
Hadir mendampingi dalam giat Sergab antara lain Letkol Inf Hari Lukman Hakim (Pabandya-3/Binkonsos Spaban III/Tahwil Ster TNI), Serka Taufan (Bamin/Opr Komp. Spaban III/Tahwil Ster TNI), Danramil Ajung beserta para Babinsa di wilayah kecamatan Ajung, Juru Pengairan DI Petut, Koordinator Penyuluh Pertanian dan Penyuluh Pertanian BPP Ajung serta perwakilan dari poktan Tirto Bakti II dan Sinar Tani I Desa Sukamakmur Kecamatan Ajung.