Sosialisasi dan Penyaluran Program Bantuan Pemerintah di Kelompok Tani Gotong Royong Kelurahan Kebonagung

25 January 2025

Giat rutin, Penyuluh Pertanian BPP Sumbersari dilaksanakan pada Sabtu, 11 Januari 2025 bertempat dirumah bapak Saprawi. Giat rutin yang dilakukan berupa kegiatan sosialisasi dan penyaluran bantuan pemerintah. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota kelompok tani Gotong Royong sebanyak 11 orang, didampingi oleh PPL Bapak Totok Priyanto serta 3 orang mahasiswa magang Penyuluhan Pertanian Fakultas Pertanian Unej.

Kegiatan sosialisasi dan penyaluran dimulai dari pembukaan dan sambutan yang dilakukan oleh Bapak Saprawi selaku ketua kelompok tani. Menyampaikan bahwa kelompok tani gotong royong memiliki anggota berjumlah 30 orang, namun karena adanya penggabungan sehingga terdapat beberapa anggota yang ketua kelompok tani tidak saling mengenal sehingga tidak dapat hadir pada pagi hari ini.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan pemberian sosialisasi serta arahan dari PPL Kelurahan Gebang, Pak Totok Priyanto yang bertugas menggantikan PPL Ibu Lely yang sedang berhalangan hadir untuk menyaksikan penyerahan bantuan pupuk, pestisida dan benih padi. PPL juga menyampaikan bahwa bantuan benih yang seharusnya diberikan dari tahun 2024, sampai tahun 2025 belum bisa turun karena adanya miss komunikasi antara petugas dengan pihak dinas. Sehingga bantuan pupuk dan pestisida harus segera diturunkan, sebelum menerima bantuan baru.

PPL juga menyarankan agar petani lebih sering melakukan pengamatan terhadap lahannya masing-masing karena cuaca ekstrem. Penggunaan pestisida juga perlu dikendalikan agar tidak membunuh musuh alami dan membuat hama lebih resisten, pencampuran dari beberapa pestisida juga tidak disarankan karena mengurangi keefektifan dari kandungan bahan aktif pestisida. Mindset yang tertanam pada petani biasanya lebih senang menggunakan pestisida yang mahal karena dianggap lebih ampuh membunuh hama. Semestinya perlu dilakukan pengamatan secara berkelanjutan setelah menggunakan pestisida.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama yang dipimpin oleh ketua kelompok tani yaitu bapak Saprawi dengan topik hama dan penyakit yang sedang menjangkit tanaman budidaya. Kegiatan kemudian diakhiri dengan penyaluran bantuan pemerintah serta sesi foto bersama.